Senin, 26 Mei 2014

Korupsi Masif, Masyarakat "Kangen" Rezim Soeharto

era_orde_baru Masifnya perilaku korupsi di era reformasi membuat sebagian masyarakat kita ingin kembali ke era rezim Soeharto. Ini persepsi berbahaya. 

“Sinyal berbahaya ini ditandai dengan begitu banyaknya pengaduan masyarakat dari seluruh tanah air ke Komnas HAM,” beber Ketua Komnas HAM, Hafid Abas, di Kantornya baru-baru saja. 

Pengaduan kasus yang beraneka ragam, mulai dari pemerasan yang dilakukan aparat penegak hukum, kesewenang-wenangan Pemda, hingga kejahatan koorporasi. 

Berdasarkan catatan Komnas HAM, pengaduan masyarakat meningkat signifikan. Pada tahun 2010 pengaduan yang masuk mencapai 5000. Setahun kemudian sekitar 6000 kasus. Untuk tahun 2013 tembus pada angka 7323 kasus. 

Diperkirakan jika tidak diatasi akan ada 9000 hingga 10000 pengaduan masyarakat yang masuk ke kantor Komnas HAM. 

Persepsi masyarakat terhadap era kepemimpinan Soeharto adalah negara stabil, tenang dan sejahtera. Buktinya sungguh mudah mendapatkan bahan pokok dan murah. 

Masyarakat menilai hal-hal tadi tidak ditemukan pada era kepemimpinan Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY. “Tentu saja sinyal yang sangat berbahaya,” tegasnya. 

“16 tahun setelah kelahiran reformasi, ternyata ikhtiar terwujudnya kesejahteraan dan kemandirian ekonomi belum tercapai,” ungkapnya. 

Bahkan ekonomi dan kekayaan sumber alam kita hingga saat ini didominasi oleh kekuatan asing. Tengok saja kerajaan tambang Freeport yang menguasai emas bangsa Indonesia. 

Tentu saja menimbulkan kerawanan sosial. Jika tidak segera diatasi, bukan mustahil 5-6 tahun ke depan akan muncul gerakan seperti ketika reformasi bergulir 16 tahun lalu. 

Mungkin nanti namanya “era reformasi yang direformasi” atau “era reformasi perubahan” atau “era reformasi revisi” atau apalah terserah Anda menyebutnya apa. Yang jelas jika memang terjadi, harga yang harus dibayar rakyat Indonesia pasti tidak murah.


Sumber : http://suaraagraria.com/

0 comments:

Posting Komentar